Kembali ke Karakter IC
Character Universe

KESHI CLAUSIUS

Keshi Clausius, anak terakhir dari tiga saudara kembar keluarga Clausius, dikenal sebagai sosok paling ceria di tengah keluarga besar White Tiger yang penuh pengaruh dan bahaya. Keshi tumbuh dewasa — tetap tertawa dan bercanda seperti biasa, tetapi menyimpan banyak kehilangan di balik sifat cerianya.

AktifWhite Tiger — Pemegang 16 CabangIME Roleplay
KESHI CLAUSIUS
KESHI CLAUSIUS
Kepribadian
DominanVisionerDisiplinTangguh
Lore & Cerita
Keshi Clausius adalah anak terakhir dari tiga saudara kembar keluarga Clausius, lahir bersama Kyler dan Kesha Clausius pada 24 September 2022. Ia tumbuh di tengah keluarga besar yang disegani sekaligus ditakuti — putra dari Rudolf Clausius, pemimpin White Tiger yang dingin dan berbahaya, serta Nutly Prakarsa, seorang jendral kepolisian yang tegas. Sejak kecil, Keshi hidup dalam penjagaan White Tiger bersama keluarga besar dan Oma Dea. Di antara saudara-saudaranya, Keshi dikenal paling ceria. Rambut kribonya dan tingkah lucunya membuat semua orang memanggilnya “Keshi Kribo Babayo”. Ia tumbuh dengan kasih sayang dan perlindungan penuh dari orang-orang di sekitarnya. Namun hidupnya mulai berubah saat remaja. Karena dendam musuh Rudolf, Keshi didorong jatuh ke jurang hingga kedua kakinya patah parah. Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa dunia keluarganya tidak pernah benar-benar aman. Luka terbesar datang saat tragedi G20WT terjadi — hari ketika White Tiger kehilangan banyak orang penting. Orang-orang yang sejak kecil menjaga dan membesarkannya gugur satu per satu demi melindungi keluarga mereka. Keshi menyaksikan sendiri kehilangan itu, termasuk melihat Rudolf Clausius hancur bukan sebagai pemimpin, tetapi sebagai seseorang yang kehilangan keluarganya. Sejak tragedi itu, Keshi menjadi lebih dewasa. Tawanya masih ada, candanya masih terdengar, tetapi tidak lagi sama. Di balik sifat cerianya, Keshi menyimpan banyak kehilangan. Mungkin itu sebabnya ia selalu berusaha membuat orang lain tertawa — karena ia tahu rasanya kehilangan seseorang tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal.